Sunday, December 26, 2010

Apakah boleh menghadiri perayaan natal dan mengucapkan selamat Natal kepada orang-orang Kristen?


Jawapannya:
Tidak diperbolehkan menghadiri acara natal atau mengucapkan selamat hari natal kepada orang-orang yang merayakannya.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin –rahimahullah- ditanya : Bagaimana hukum mengucapkan “Merry Christmas” (Selamat Natal) kepada orang-orang Kafir? Bagaimana pula memberikan jawaban kepada mereka bila mereka mengucapkannya kepada kita? Apakah boleh pergi ke tempat-tempat pesta yang mengadakan acara seperti ini? Apakah seseorang berdosa, bila melakukan sesuatu dari yang disebutkan tadi tanpa sengaja (maksud yang sebenarnya) namun dia melakukannya hanya untuk berbasa-basi, malu, tidak enak perasaan atau sebab-sebab lainnya? Apakah boleh menyerupai mereka di dalam hal itu?

Lalu beliau menjawab:
Mengucapkan “Merry Christmas” (Selamat Natal) atau perayaan keagamaan mereka lainnya kepada orang-orang Kafir adalah haram hukumnya menurut kesepakatan para ulama (Ijma’). Hal ini sebagaimana dinukil dari Ibn al-Qayyim rahimahullah di dalam kitabnya “Ahkâm Ahl adz-Dzimmah”, beliau berkata:
“Adapun mengucapkan selamat berkenaan dengan syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi mereka adalah haram menurut kesepakatan para ulama, seperti mengucapkan selamat terhadap Hari-Hari besar mereka dan puasa mereka, sembari mengucapkan, ‘Semoga Hari raya anda diberkati’ atau anda yang diberikan ucapan selamat berkenaan dengan perayaan hari besarnya itu dan seumpamanya. Perbuatan ini, kalaupun orang yang mengucapkannya dapat lepas dari kekufuran, maka dia tidak akan lepas dari melakukan hal-hal yang diharamkan. Ucapan semacam ini setara dengan ucapannya terhadap perbuatan sujud terhadap Salib bahkan lebih besar dari itu dosanya di sisi Allah. Dan amat dimurka lagi bila memberikan selamat atas minum-minum khamar, membunuh jiwa, melakukan perzinaan dan sebagainya. Banyak sekali orang yang tidak sedikitpun tersisa kadar keimanannya, yang terjatuh ke dalam hal itu sementara dia tidak sadar betapa buruk perbuatannya tersebut. Jadi, barangsiapa yang mengucapkan selamat kepada seorang hamba karena melakukan suatu maksiat, bid’ah atau kekufuran, maka berarti dia telah menghadapi Kemurkaan Allah dan Kemarahan-Nya.”
Mengenai kenapa Ibnu al-Qayyim sampai menyatakan bahwa mengucapkan selamat kepada orang-orang Kafir berkenaan dengan perayaan hari-hari besar keagamaan mereka haram dan posisinya demikian, karena hal itu mengandung persetujuan terhadap syi’ar-syi’ar kekufuran yang mereka lakukan dan meredhai hal itu dilakukan mereka sekalipun dirinya sendiri tidak rela terhadap kekufuran itu, akan tetapi adalah HARAM bagi seorang Muslim meredhai syi’ar-syi’ar kekufuran atau mengucapkan selamat kepada orang lain berkenaan dengannya karena Allah Ta’ala tidak meredhai hal itu, sebagaimana dalam firman-Nya:
إِن تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللهَ غَنِيٌّ عَنكُمْ وَلاَيَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ وَإِن تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ {7}
“Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meredhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meredhai bagimu kesyukuranmu itu.” [Az-Zumar:7]
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ اْلإِسْلاَمَ دِينًا
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-redhai Islam itu jadi agamamu.” [Al-Ma`idah :3]
Jadi, mengucapkan selamat kepada mereka berkenaan dengan hal itu adalah haram, baik mereka itu rakan-rakan satu pekerjaan dengan seseorang (Muslim) ataupun tidak.
Bila mereka mengucapkan selamat berkenaan dengan hari-hari besar mereka kepada kita, maka kita tidak boleh menjawabnya karena hari-hari besar itu bukanlah hari-hari besar kita. Juga karena ia adalah hari besar yang tidak diredhai Allah Ta’ala; baik disebabkan perbuatan mengada-ada ataupun disyari’atkan di dalam agama mereka akan tetapi hal itu semua telah dihapus oleh Dienul Islam yang dengannya Nabi Muhammad S.A.W diutus Allah kepada seluruh makhluk. Allah Ta’ala berfirman:
وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ اْلأِسْلاَمِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي اْلأَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ {85}
“Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi.” [Ali ‘Imran :85]
Karena itu, hukum bagi seorang Muslim yang memenuhi undangan mereka berkenaan dengan hal itu adalah HARAM karena lebih besar dosanya seimbang mengucapkan selamat kepada mereka berkenaan dengannya. Memenuhi undangan tersebut mengandung makna ikut berpartisipasi bersama mereka di dalamnya.
Demikian pula, haram hukumnya bagi kaum Muslimin menyerupai orang-orang Kafir, seperti mengadakan pesta-pesta berkenaan dengan hari besar mereka tersebut, saling berbagi hadiah, membagi-bagikan manisan, hidangan makanan, meliburkan pekerjaan dan seumpamanya.
Hal ini berdasarkan sabda Nabi S.A.W,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” [Hadits Riwayat Abu Daud No 4031]
Syaikhul Islam, Ibn Taimiyah berkata di dalam kitabnya Iqtidlâ` ash-Shirâth al-Mustaqîm, Mukhâlafah Ashhâb al-Jahîm:
“Menyerupai mereka di dalam sebagian hari-hari besar mereka mengandung konsekuensi timbulnya rasa senang di hati mereka atas kebatilan yang mereka lakukan, dan barangkali hal itu membuat mereka antusias untuk mencari-cari kesempatan (dalam kesempitan) dan mengihinakan kaum lemah (iman).”
Dan barangsiapa yang melakukan sesuatu dari hal itu, maka dia telah berdosa, baik melakukannya karena berbasi-basi, ingin mendapatkan simpati, rasa malu atau sebab-sebab lainnya karena ia termasuk bentuk peremehan terhadap Dienullah dan merupakan sebab hati orang-orang kafir menjadi kuat dan bangga terhadap agama mereka.
Kepada Allah kita memohon agar memuliakan kaum Muslimin dengan dien mereka, menganugerahkan kemantapan hati dan memberikan pertolongan kepada mereka terhadap musuh-musuh mereka, sesungguhnya Dia Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
[Disalin dari Majmû’ Fatâwa Fadlîlah asy-Syaikh Muhammad bin Shâlih al-‘Utsaimîn, Jilid.III, h.44-46, No.403]

Friday, December 17, 2010

apalah yang tak kena hari ini...

Pg ni pegi rmh ketua pasukn htr skrip..aku org yg last hntr skrip..kwn2 yg lain dah selamat.
balik dari sana singgah kat atm...buka purse nengok kad tak ada,lesen?ic? huhu semua tak ada.
Nasib baik tak ada roadblock, kalau tak memang nasi kunyit la.
dah la nak masuk petronas tersepit jari kat pintu kaca( adui sakitnya tp trpaksa mnhn..) camni lak jadinya..balik lah dgn hampa...
Sebnrnya 2 hr lepas, tukar purse...purse tu sangkut kat pergelgn tgn je...senang, free hand hehe...time mls nak bawa handbag..semua dokumen tu dah dipndhkan ke sana..pagi tadi, agak trkejut dgr ketua ckp aku sorg je yg blm hntr...niat di hati nak hntr esk...tu yg lupa nak ambil purse tu..
Pastu tgh, nak msk lmk syur labu...punya la nak cpt, tgh2 kopek kulit labu, tersangkut la tgn kat alas pemotong...
jatuhlah ia akhirnya atas kaki ku...skit Tuhan saje yg tahu lagi skit dari trsepit pintu td...nak menangis ada lah...
tp tahan gak..nsib baik bukan pisau yg jatuh, kalau pisau dah terpotong ibu jari kaki huhu..
kena fizikal blh tahan lagi tapi kalu hati terasa, deras je mangalir air mata....
apalah malangnya nasib hari ni...sampai sekarang kaki ni msh sakit lagi, kebas!!!!..huhu

sekadar selingan menghilangkan stres... :)

Thursday, December 16, 2010

10 MUHARAM

Hari ni rupanya 10 Muharam 1432H...
mungkin krn sibuk, hmm...tp tak lah sibuk sangat
aku boleh terlupa lak...
tapi nasib baik ada yang mengingatkan...
kalau tak melepaslah puasa utk hari ni...
Alhamdulillah, di pagi ini...hujan turun sebagai tanda rahmat dari Allah S.W.T...

10 Muharam atau juga dikenali dgn hari 'Assyuura ini, membawa kpd kita bermacam2 peristiwa penting yang berlaku sebagaimana catatan di bawah ini. Allah S.W.T telah menjadikan:


· Langit dan bumi, bukit, laut, Syurga dan Neraka, Nabi Adam dan Hawa

· Arasy, Luh Mahfuzh dan Malaikat Jibril A.S

· Hari pertama Allah menurunkan rahmat dan hujan dari langit

· Nabi Ibrahim A.S terselamat dari kepanasan api

· Firaun ditenggelamkan Allah

· Allah telah menyembuhkan penyakit Nabi Ayub

· Taubat Nabi Adam A.S diterima oleh Allah

· Allah telah mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman

· Kiamat berlaku pada Hari Jumaat, 10 Muharam

· Nabi Yusuf dibebaskan dari penjara Mesir

· Allah mengeluarkan Nabi Yunus A.S dari perut ikan Nun

· Nabi Isa A.S dilahirkan

· Nabi Ibrahim A.S dilahirkan

· Allah mengangkat Nabi Isa A.S ke langit

· Hari berlabuhnya kapal Nabi Nuh A.S

· Diciptakan Qalam (pena untuk menulis amal manusia)

…menurut riwayat yang sahih


Abul-Laits Asssamarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibnu Abbas r.a berkata: Nabi SAW. bersabda yang bermaksud;

Barangsiapa yang berpuasa pada hari Assyuuraa yakni 10 Muharram, maka Allah akan memberikan kepadanya pahala 10,000 malaikat; dan barangsiapa yang puasa pada hari Assyuuraa', maka akan diberikan pahala 10, 000 orang Haji dan Umrah, dan 10, 000 orang mati syahid; dan siapa yang mengusap kepala anak yatim pada hari Assyuuraa, maka Allah akan menaikkan dengan rambut satu darjat. Dan barangsiapa yang memberi buka puasa orang mukmin yang berpuasa pada hari Assyuuraa', maka seoleh-oleh memberi buka puasa semua umat Muhammad SAW. dan mengenyangkan perut mereka.

Sahabat bertanya; Ya, Rasulullah, Allah telah melebihkan hari Assyuuraa dari lain-lain hari.

Jawab Rasulullah: Benar!.

Maksud hadis yang lain pula:

Daripada Abu Musa Al Madani meriwayatkan dari Ibnu Umar r.a.; "Barangsiapa yang berpuasa pada hari Assyuura adalah seperti berpuasa setahun dan siapa yang bersedekah pada hari Assyuura adalah bagiku bersedekah setahun." (Riwayat Albazzar)


Mudah-mudahan segala amal yang dilakukan pada hari ini mendapat keredhaan Allah S.W.T...buat kita semua.