Sunday, March 20, 2011

HANYA KERANA SEBUTIR KURMA...


Sabda Rasulullah S.A.W: ‘Siapa yang merampas hak orang Islam dengan sumpahnya, maka Allah mewajibkan dia masuk neraka dan mengharamkannya masuk syurga.. Seorang laki-laki bertanya, walaupun sedikit ya Rasulullah? Nabi menjawab, walaupun sebatang kayu sugi.’ (Riwayat Muslim)

Baiklah ni alkisahnya……tentang seorang wali Allah, Syeikh Ibrahim bin Adham.
Di ceritakan tak kala selesai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke masjidil Aqsa.Untuk bekal di perjalanan, dia membeli 1 kati kurma dari pedagang tua berhampiran Masjidil Haram.
Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma terlekat pada timbangan. Kerana menyangkakan kurma itu bahagian dari yang dibelinya, Ibrahim mengambil lalu memakannya.
Setelah itu dia pun berangkat menuju Al-Aqsa. 4 Bulan kemudian, barulah Ibrahim tiba di Al- Aqsa. Seperti biasa, dia suka memilih sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan dibawah kubah Sakhra.
Dia solat dan berdoa khusyuk sekali. Tiba tiba dia mendengar percakapan dua Malaikat tentang dirinya.
"Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan warak yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT,"
Kata malaikat yang satu.
"Tetapi sekarang tidak lagi. Doanya ditolak karena 4 bulan yg lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua dekat Masjidil Haram," jawab malaikat yang satu lagi.
Ibrahim bin Adham terkejut sekali, ia tersentak, jadi selama 4 bulan ini ibadahnya, solatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT
gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan haknya???
"Astaghfirullahal Adzhim" Ibrahim beristighfar.
Ia segera berkemas untuk berangkat lagi ke Mekah bagi menemui pedagang tua si penjual kurma.
Untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya.
Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak menemukan pedagang tua itu melainkan seorang anak muda.
"4 bulan yang lalu saya membeli kurma disini dari seorang pedagang tua. Di mana dia sekarang ?" tanya Ibrahim.
"Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang kurma" jawab anak muda itu.
"Innalillahi wa innailaihi roji'un, kalau begitu kepada siapa saya boleh meminta penghalalan ?".
Lantas Ibrahim menceritakan peristiwa yang dialaminya, anak muda itu mendengarnya dengan penuh minat.
"Nah, begitulah" kata Ibrahim setelah bercerita,
"Engkau sebagai ahli waris orang tua itu, mahukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur ku makan tanpa izinnya?".
"Bagi saya tiada masalah. Insya ALLAH saya halalkan. Tapi entahlah dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang lagi.
Saya tidak berani mewakili mereka karena mereka mempunyai hak waris yang sama dengan saya."
"Dimana alamat saudara-saudaramu ? biar saya temui mereka satu persatu."
Setelah menerima alamat, Ibrahim bin Adham pergi menemui mereka.
Biarpun jauh beribu batu, akhirnya selesai juga.
Semua setuju menghalalkan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan oleh Ibrahim.
4 bulan kemudian, Ibrahim bin Adham sudah berada dibawah kubah Sakhra.
Tiba tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap cakap.
"Itulah Ibrahim bin Adham yang doanya tertolak gara gara makan sebutir kurma milik orang lain."
"O, tidak.., sekarang doanya sudah makbul lagi, ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram karena masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas."
Oleh sebab itu berhati-hatilah dgn makanan yg masuk ke tubuh kita, sudah halal-kah? lebih baik tinggalkan jika syubhah...
Jangan sekali-kali kita mengambil hak orang lain tanpa izin tuannya walaupun sebesar zarah. Ia tetap akan menjalar di dalam tubuh kita sebagai yang haram. Dan Allah S.W.T tidak akan memperkenankan doa kita. So jgn anggap ringan tentang perkara ini,k.

No comments: